Minggu, 09 Oktober 2016

modul praktik assembly



DEBUG

TUJUAN :

Mengetahui dan memahami pengertian debug, langkah – langkah mengaktifkan debug, menggunakan, dan menerapkan perintah – perintah dasar dari debug sebagai pengenalan menggunakan beberapa perintah pokok untuk pemrograman assembler.

DASAR TEORI

     A.    PENGERTIAN DEBUG

Kata-kata debug sering ditemukan oleh pengguna komputer, terutama oleh para programmer yang sedang mengutak-atik program yang dibuatnya. Biasanya kata debug muncul saat adanya kesalahan dalam pembuatan program ataupun kesalahan dalam pengetikan kode-kode program. Tidak sedikit dari programmer pemula yang memahami arti debug walaupun sudah sering menemukannya.
Debug berasal dari kata Bug. Arti bug itu sendiri adalah kutu atau serangga. Asal kata bug itu sendiri berawal pada sekitar bulan September 1945 Garace Murray Hopper sedang bekerja pada komputernya dan tiba-tiba komputer tersebut mengalami masalah. Seteah diselidiki, ternyata ada sesuatu yang aneh pada panel F komputernya dan ternyata itu adalah sebuah serangga kecil / bug. Sampai sekarang istilah Bug masih digunakan dengan arti adalah kesalahan pada komputer baik disebabkan oleh software (perangkat lunak) maupun hardware (perangakt keras) sehingga komputer tidak bekerja sebagaimana semestinya.
Dari pengertian bug diatas, maka dapat diartikan Debug adalah proses penanggulangan bug, artinya proses perbaikan suatu program yang mengalami kerusakan atau jika tidak bisa diperaiki maka komputer akan mematikan otomatis program tersebut. Debug berfungsi sebagai alat bantu dalam perancangan peralatan berbasis mikro-prosesor, karena dapat mencapai tingkat perangkat keras yang paling dalam dari suatu komputer, misal menulis informasi ke dalam boot sector, direktori, FAT, menjalankan interupsi BIOS atau DOS.
Hal-hal penting dalam Debug :
-          Hanya mengenal dan selalu bekerja dengan bilangan-bilangan heksadesimal
-          Bekerja dengan penunjukan ke alamat-alamat memori memakai format segment : offset.
-          Kemampuan mengakses daerah “very low level access” (software / hardware).
Setiap jenis komputer (mainframe, minicomputer, microcomputer) memiliki sarana debugging berbeda.


Langkah Mengaktifkan DEBUG.EXE / DEBUG.COM
-     -      Masuk ke sistem DOS (Command)
ð  Klik Star → Run → ketikkan CMD → enter
-     -     Pindah Directory : CD\ lalu enter
-     -     Dari C:\>(Prompt C) ketikkan DEBUG lalu enter
-     -    Dengan tanda hypenation (__) maka debug siap digunakan

Gambar mengaktifkan Debug

B.     PERINTAH DEBUG
1.      R (Register)
Untuk menampilkan informasi komposisi  satu atau lebih registers di dalam
mikroprosesor, seperti alamat memori, serta isi dari alamat memori tersebut
yang mungkin berupa instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer,
atau data.

Contoh:
A:\>DEBUG(enter)
r (enter)
Gambar perintah Register
AX, BX, CX, DX, SP, BP, SI, DI, DS, ES, SS, CS, dan IP adalah register internal mikroprosesor yang dipakai dalam CPU. NV, UP, EI, PL, NZ, NA, PO, dan NC adalah output dari sebuah register yang disebut register status atau register flag.
Angka 29E7:0100 adalah alamat lokasi memori dengan format segment:offset. Kedua nilai tersebut merupakan kombinas antara register CS (Code Segment)
dengan IP (Instruction Pointer). 0114 adalah isi alamat memori bersangkutan, byte ke-1 berisi nilai '01', dan byte ke-2 berisi nilai '14'. Karena setiap alamat memori berisi satu byte, tentunya nilai 01 itulah yang berdiam pada alamat offset 0100, sedangkan nilai 14 ada di alamat 0101 ADD[SI],DX adalah terjemahan intruksi dari alamat memori bersangkutan.
Untuk mengubah nilai-nilai register internal dapat menggunakan perintah: 
·         RAX = mengubah nilai register AX
·         RBX = mengubah nilai register BX
·         RCX = mengubah nilai register CX
·         RDX = mengubah nilai register DX
·         RSP = mengubah nilai register SP
·         RBP = mengubah nilai register BP
·         RSI = mengubah nilai register SI
·         RDI = mengubah nilai register DI
·         RDS = mengubah nilai register DS
·         RES = mengubah nilai register ES
·         RSS = mengubah nilai register SS
·         RCS = mengubah nilai register CS
·         RIP = mengubah nilai register IP
Sebagai contoh untuk mengubah nilai register AX dari nilai '0000' ke nilai '1111' :
A:\>Debug (enter)
-RAX (enter)
AX 0000
: 1111 (diisi setelah ':' dan enter)
Contoh diatas juga berlaku untuk register internal lainnya dan untuk diperhatikan bahwa angka-angka yang dimasukkan kedalam register harus nilai heksadesimal.

2.      D (Dump)
Berfungsi untuk melihat isi blok memori.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-d 0100 (enter)
Hasil yang diperoleh :
Dari tampilan tersebut, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
-          Bagian kiri : menampilkan alamat-alamat memori dengan format segment : offset.
-          Bagian tengah : menampilkan angka-angka dalam heksadesimal sebagai isi dari alamat-alamat memori.
-          Bagian kanan : menampilkan kode-kode karakter ASCII sebagai terjemahan dari angka heksadesimal tersebut.
Debug hanya akan memperlihatkan 96 jenis karakter ASCII tercetak (printable character), mulai dari nilai desimal 33 - 127. Di luar nilai itu, karakter yang ditampilkan hanyalah berupa tanda titik (dot atau period).
Beberapa parameter yang dapat digunakan :
·         L (length / panjang)
Memiliki arti menampilkan data sepanjang 2 byte, bila parameter 'L' tidak diberikan, maka otomatis akan ditampilkan 128 byte data.
·         D 0100 L 2 (enter)
Alamat awal - alamat akhir.
·         D 0100 01FF (enter)
Alamat segment : offset.
·         D FFFF:0000 (enter)
Alamat segment : offset sampai segment : offset.
·         D F000:E000 F000:E000 (enter)
3.       U (Unassemble)
Berfungsi untuk menampilkan listring dari suatu program bahasa mesin.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-U FFFF:0000 (enter)
· U F000:E05B (enter)

4.      E (enter)
Berfungsi untuk mengisi atau mengubah data dalam memori.
Contoh :
A:\>Debug (enter)-E 0100 (enter)
Hasil :

  
Setelah angka 01, dapat dimasukkan nilai untuk mengganti angkat tersebut langsung di belakangnya yang diakhir dengan menekan ENTER atau menekan SPACE BAR untuk berpindah ke alamat berikutnya atau menekan tanda '-' (Hyphen) untuk mundur ke lokasi sebelumnya.

5.      F (Fill)
Berfungsi untuk mengisi lokasi memori. Perbedaan dengan perintah 'E (Enter)', yang menawarkan modifikasi memori secara satu alamt demi satu alamat, sedang 'F (Fill" untuk mengubah isi alamat memori dalam jumlah besar, sesuai dengan rentang (range) yang dikehendaki.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-F 0100 017F 58 (enter)
Berarti isilah mulai alamat offset 0100 sampai offset 017F dengan nilai heksa 58 (karakter ASCII 'x').
atau
- F F 0100 017F 'x' (enter)
Beberapa bentuk perintah 'F' :
· F 0100 L 1 41 (enter)
Arti : mulai offset 0100 sebanyak 1 byte diisi dengan nilai heksa 41 (karakter ASCII 'A').
       
6.      C (Compare)
Berfungsi untuk membandingkan isi sebuah blok memori dengan isi blok memori lainnya.Format perintah : C alamat1 panjang alamat2.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-C 0100 L 10 0200 (enter)
Berarti mulai offset 0100 sebanyak 16 byte (10 heksa) bandingkan dengan offset 0200. Hasil yang dimunculkan hanyalah nilai-nilai yang berbeda setiap alamat. Apabila dilayar tidak memberikan reaksi apapun selain kembali ke prompt '-' atau hyphen, berarti kedua blok memori persis sama.

7.      S (Search)
Berfungsi untuk mencari data baik yang berupa karakter maupun untaian karakter (string) di dalam suatu blok memori tertentu. Apabila dalam pencarian, data yang dicari diketemukan, maka akan ditampilkan semua alamat dari data tersebut lengkap dengan nilai segment dan offsetnya, sebaliknya bila tidak diketemukan akan kembali ke prompt '-'. Format perintah : S alamat awal panjang alamat akhir.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-S F000:E000 L FF "IBM" (enter)
Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "IBM".
-S F000:E000 L FF "A" (enter)
Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "A".




8. M (Move)
Berfungsi untuk memindahkan atau menyalin data yang ada di suatu lokasi memori ke alamat memori lainnya. Format perintah : M alamat asal panjang alamat tujuan.
Contoh :
A:\>Debug (enter)
-M 0100 L 7F 0200 (enter)
Berarti mulai alamat offset 0100 sebanyak 7Fh byte isi memorinya pindahkan atau kopikan ke offset 0200.


KESIMPULAN
Dari pembahasan perintah-perintah DEBUG dapat disimpulkan bahwa DEBUG dibuat
dengan tujuan untuk dapat mengeksplorasi program-program yang sudah
dibuat berikut segala dampaknya terhadap sistem dan aplikasi,sedangkan ASSEMBLY diadakan dengan untuk mempermudah seorang programmerdalam menyusun instruksi-instruksi pada sebuah program yang sedang dibuat.